0000436613a

 

Dgn di hapusnya kelas CRT, menyebabkan perubahan besar-besaran di dalam regulasi MotoGP.

Dgn ban baru, jumlah mesin yg dibatasi cuma 7 per motor, dibekukannya pengembangan mesin, pembatasan pengujian, & jumlah bahan bakar maksimum dalam balapan memainkan peran mutlak dalam perkembangan balap motor paling bergengsi di Dunia.

Valentino Rossi berpendapat, biarpun tidak ingin ada perbedaan signifikan dalam persaingan papan atas, peserta lainnya bakal makin kompetitif & sedikit mengganggu.

Ini berarti dapat ada persaingan yg ketat di seluruhnya lini. Bahkan, bisa saja persaingan memperebutkan podium bakal amat sangat ketat. Ditambah lagi dgn kedatangan konstruktor baru, seperti Aprilia & Suzuki, yg dapat mendapati poin keringanan.

Benar-benar, Aprilia & Suzuki bakal terus diharuskan memanfaatkan maksimal bahan bakar jumlahnya 22 liter dalam sekali balap. Tetapi, sbg pendatang baru yg belum akan beradu, Aprilia & Suzuki mendapati bermacam macam macam keringanan.

Di antaranya yakni Aprilia & Suzuki diperbolehkan memanfaatkan 9 mesin. Seterusnya mereka pun diperbolehkan buat mengembangkan mesin sesuka hati. Ditambah lagi. dua pendatang baru tersebut dapat bisa menguji cobalah motornya kapan saja yg di harapkan.

Pasti saja, keringanan ini tak ingin selamanya berlaku. Seperti halnya Ducati yg kepada MotoGP 2015 dulu mengalami peningkatan. Aprilia & Suzuki bakal kehilangan perlakuan jikalau sudah mencapai enam poin keringanan.

Poin tersebut bakal didapat bila motor baru tersebut mendapati podium. 1 poin buat podium ke3, 2 poin utk podium ke-2, & 3 poin seandainya memenangi balapan.

Sebaliknya, apa kalau sepanjang 2016 Aprilia dan/atau Suzuki tidak sukses memperoleh podium sekalipun, sehingga keringanan tersebut dapat masih diberikan terhadap 2017.

 

Bandar Bola Terbaik