SIM C Dibedakan, Para Pengendara Moge Minta Boleh Masuk Tol

Peraturan pemerintah menyangkut pengklasifikasian SIM (Surat Izin Mengemudi) buat motor sudah diberlakukan. Bagi para pengendara motor gede diwajibkan utk mempunyai SIM C1 atau C2 serasi dgn kapasitas mesin motornya.

Langkah ini dinilai Presiden Motor Akbar club(MBC) Indonesia Rudy Susanto terlampaui rumit, karena terlampaui tidak sedikit pengklasifikasian.

Digampangkan aja, jika pengendara telah miliki SIM motor akbar tak butuh lagi SIM motor mungil. Sama seperti mobil, seandainya beliau telah miliki B1 tak butuh lagi SIM A, ujar Rudy.

Tetapi demikian, Rudy masih mensupport ketentuan berkaitan kebijakan SIM tersebut. Cuma saja Dirinya menginginkan supaya pemerintah memberikan perlakuan husus pada para pengendara motor akbar.

Perlakuan kusus yg dimaksud adalah akses jalan yg sekarang cuma boleh dimasuki kendaraan roda empat atau lebih seperti tol.

Terhadap pemerintah, kami pembeli motor gede meminta dikhususkan. Lantaran memperoleh SIM itu saja telah kusus. Jangan Sampai sama perlakuannya bersama motor biasa. Seandainya pemilik C biasa tak mampu masuk tol, tetapi seandainya miliki SIM motor agung ia boleh masuk tol. Soalnya uji & bayarnya saja beda, ujar Rudy.

Perihal ini menurut Rudy utama demi kenyamanan & keamanan penduduk di jalan. Soalnya, pengendalian motor akbar sendiri dinilai tidak serupa bersama motor biasa.

Pertimbangannya itu mula-mula menghindari tertunda. Ke-2 yakni bakal amat merepotkan & mengganggu warga kala kami melaksanakan konvoi di jalan biasa. Bila melalui tol kan penduduk menjadi tak terganggu, menurutnya.

 

Bandar Bola Terbaik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *